[REVIEW] PET SEMATARY (2019)

Pet Sematary (2019)


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.. 

Kembali lagi bersama saya Izam Khan dalam Moviepedia. 

Hari ini kita akan membahas film dari salah satu novelis terkenal dengan karya-karya nya seperti 'IT' dan 'The Shining' Stephen King, yakni Pet Sematary. 

Oke langsung saja.. 


CREDITS :

Directed by
  • Kevin Kölsch
  • Dennis Widmyer
Produced by
Screenplay byJeff Buhler
Story byMatt Greenberg
Based onPet Sematary
by Stephen King
Starring
Music byChristopher Young
CinematographyLaurie Rose
Edited bySarah Broshar
Production
company
Distributed byParamount Pictures
Release date
  • March 16, 2019 (SXSW)
  • April 5, 2019 (United States)
Running time
101 minutes[1]
CountryUnited States
LanguageEnglish
Budget$21 million[2]
Box office$42.3 million[2]


SINOPSIS :

Berdasarkan novel karya Stephen King, Pet Sematary mengisahkan dr. Louis Creed, yan usai pindah bersama istrinya Rachel dan kedua anak mereka dari kota Boston ke kota kecil di Maine, menemukan sebuah area kuburan misterius tersembunyi di dalam hutan dekat rumah baru mereka. Ketika sebuah tragedi menimpa, Louis meminta bantuan tetangganya yang misterius, Jud Crandall, yang memulai berbagai rangkaian peristiwa yang kemudian memunculkan sebuah kekuatan jahat dengan konsekuensi yang mengerikan.


REVIEW :

Akan sangat sulit membuat adaptasi dari sumber aslinya, yang oleh sang empunya cerita sangat dianakemaskan dan dianggap salah satu karya paling menghantuinya. 


'Pet Sematary' sendiri sempat tidak jadi dipublish karena dianggap terlalu gelap dan depresif untuk pasar Amerika Serikat dan Inggris kalau itu (versi 1989).


Dengan versi film pertamanya rilis 30 tahun lalu disutradarai oleh Mary Lambert yang baru menelurkan 1 film panjang kala itu. 

Dengan skenario yang istimewa nya ditulis oleh King sendiri. 


Di versi teranyarnya dengan hak cipta Masih pada Paramount pictures, kursi penyutradaraan masih diberikan kepada 2 Newbie : Kevin Kölsch, dan Dennis Widmyer, yang hanya baru mengulurkan dua film panjang yang tidak terkenal.


Keputusan yang cukup menimbulkan perdebatan pasalnya banyak yang tidak puas dengan versi Lambert 30 tahun lalu.


Materi seserius dan sehebat 'Pet Sematary' memang seharusnya digarap oleh sutradara dengan jam terbang tinggi, terbukti di paruh awal, Pet Sematary Terasa seperti horor kelas B yang minim tekstur dan kedalaman, Phase yang terburu-buru tanpa pembangunan karakter yang cukup layak seringkali mengabaikan momentum dan terbangunnya atensi. 


Begitu juga dengan sound departemen yang terasa cukup lemah, meskipun memegang peranan yang krusial. Bahkan make up dan set produksi memberi kesan bahwa Pet Sematary versi Anyar ini seolah digarap dengan biaya murah meski kenyataannya tidak demikian. 


Di versi classic-nya Louis Creed diperankan oleh aktor muda Dale Midkiff yang kekurangan Kharisma dan berakting buruk.


Beruntungnya di versi Anyar kita memiliki Jason Clarke yang sangat karismatik meskipun hanya disokong oleh gaya dari directing yang cetek, alhasil karakternya tidak pernah terasa membawa bobot yang dibutuhkan Terutama ketika paruh ketiga dimulai. 


John Lithgow memerankan Jud Crandall dengan cukup baik walaupun lagi lagi ketika naskahnya mencoba berakrobatik dan tidak setia dengan sumber aslinya, Jud versinya terasa hadir tanpa motivasi yang jelas. 


Namun beruntungnya lambat laun Duo Kevin dan Dennis membayar semua kesalahan dan kecetekan directing mereka di paruh awal dengan presentasi yang terbilang baik, meski rating R terasa kurang dioptimalkan. 


Bahkan ketika paruh kedua memuncak, mereka berhasil menyuntikkan suspense yang luput diberikan Lambert 30 tahun lalu, menjadikan versi baru ini meskipun sedikit mengecewakan karena menjadi ajang coba-coba sutradara baru, pada akhirnya membuat kita bisa memaafkannya.


Akan ada yang sangat kecewa terutama karena 2 trailer terakhir mengandung mager spoiler, namun ada yang akan cukup terhibur terutama mereka yang sama sekali tidak begitu memusingkan sumber aslinya. 


Namun dibandingkan dengan 'IT' 2017 lalu dan adaptasi Stephen King lain belakangan ini, 'Pet Sematary memang' tidak mendapat suntikan energi dan dedikasi yang layak.

Tetapi paling tidak paruh ketiganya jauh sangat memuaskan ketimbang versi Mary Lambert yang berakhir lemah dan canggung itu. 

Boleh Setuju, Boleh Tidak.. 





RATING :

7.5/10


TRAILER :

Trailer Film Pet Sematary


Demikian ulasan film dari saya, pribadi saya ucapkan terimakasih dan mohon maaf bila ada salah kata.
Silahkan tinggalkan komentar, kritik dan saran di kolom komentar, bagikan kepada orang-orang yang sekiranya membutuhkan informasi semacam ini.


BIJAKLAH DALAM MEMILIH TONTONAN 


Jumpa lagi di review film selanjutnya,
Saya Ucapkan Terimakasih,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..


HIDUP ADALAH FILM TERBAIK 🎬

Komentar

Postingan populer dari blog ini

to anyone who went through hardships and at a crossroads in this confusing life..

[REVIEW] FILM HOMESTAY (2019)

[REVIEW] FILM MUHAMMAD : The Messenger of God (2015) (Anti-Spoiler)